Upgrade AESA Radar Pesawat Tempur, Jepang saingi Amerika?

Upgrade AESA Radar Pesawat Tempur, Jepang saingi Amerika?

Active Electronically Scanned Array (AESA) Radar. Istilah asing ini sering sekali ditemui pada banyak artikel yang mengulas tentang teknologi militer. Berbagai lembaga penelitian dan perusahaan top di dunia seolah tidak mau mengalah dan terus berlomba-lomba dalam melaksanakan riset tentang segala hal yang berkaitan dengan teknologi pada Radar ini. Ruang lingkup risetnya pun cukup beragam. Ada yang fokus kepada komponen, modul, sistem, bahkan sampai keseluruhan teknologi yang ada pada Radar jenis AESA tersebut. Melihat fenomena seperti ini menimbulkan rasa penasaran dan pertanyaan. Sebenarnya apa itu AESA Radar? Apa pentingnya teknologi yang ada di dalamnya terutama bagi militer? Kenapa banyak pihak yang sangat ingin menguasai teknologi itu?

Teknologi Radar sendiri sebenarnya sudah hadir cukup lama baik untuk keperluan militer maupun sipil. Tapi, AESA Radar membawa paradigma baru yang konon katanya memberikan terobosan yang signifikan ke dalam medan perang modern. Hal utama yang membedakan AESA Radar dengan Legacy Radar adalah kemampuannya untuk mengarahkan pancaran sinyal ke berbagai arah dengan memancarkan gelombang radio yang berasal dari tiap transmit/receive module (t/r module). Keberadaan t/r module ini juga yang memberikan kelebihan pada AESA Radar, yaitu kemampuan memancarkan sinyal dalam berbagai macam frekuensi secara bersamaan sehingga sulit untuk di-jamming oleh pihak lawan. Akibat kekhasan yang dimiliki oleh t/r module pada AESA Radar, seluruh pihak di dunia merasa penting untuk memiliki pengetahuan tentang kandungan teknologi apa saja yang ada di dalam sebuah t/r module.

Evolusi teknologi transmit/receive module pada AESA Radar (sumber: www.microwavejournal.com)

Saat ini, penguasaan teknologi t/r module pada AESA Radar didominasi oleh banyak negara maju seperti Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa. Bagaimana dengan negara-negara di Asia? Apakah tidak ada negara di Asia yang memiliki pengetahuan tentang teknologi t/r module untuk AESA Radar? Jawabannya ada. Tidak hanya satu, namun empat negara dapat dikatakan sudah memiliki kemampuan untuk mengembangkan teknologi t/r module pada AESA Radar. Keempat negara tersebut antara lain Jepang, Tiongkok, India, dan Iran. Jepang merupakan negara pertama yang berhasil mengaplikasikan teknologi airborne AESA Radar yang disematkannya pada Mitsubishi F-2. AESA Radar ini pula yang tercatat sebagai airborne AESA Radar operasional pertama di dunia. AESA Radar yang memiliki kode J/APG-1 ini dikembangkan oleh Mitsubishi Electric, salah satu perusahaan raksasa di Jepang.

Radar J/APG-1 merupakan salah satu jenis Fire Control Radar dengan teknologi AESA yang beroperasi pada frekuensi X-band (8 – 12.5 GHz) dan dikembangkan oleh Jepang sejak tahun 1989 hingga 1995. Radar ini memiliki sekitar 1.200 buah t/r module yang langsung tersambung dengan elemen emitter atau antena dengan berdiameter sekitar 70 cm. Arah gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh antena ini dikendalikan sepenuhnya oleh processor/controller pada main computer board dengan menggunakan teknik phase shifter atau time delay yang mampu meningkatkan kemampuan electronic scanning pada Radar. Kemampuan electronic scanning in pula yang membuat J/APG-1 memiliki kelebihan mampu mendeteksi banyak sasaran sekaligus dan kebal terhadap gangguan gelombang elektromagnetik. Kemampuan Radar J/APG-1 meliputi scanning, detection, and tracking sesuai dengan dimensi sasaran, contohnya untuk non-low-propability-of-intercept target atau biasa dikenal dengan nama target non-stealth dengan Radar cross section (RCS) 5m2, jarak jangkau deteksinya mencapai 35 nmi/65 km dalam posisi looked down, 60 nmi/110 km dalam posisi looked up, dan 100 nmi/190 km bagi sasaran dengan RCS 5.000 m2, misalnya kapal permukaan.

Japan Future-Fighter AESA Radar (sumber:  www.aviationweek.com)

Pada tahun 2011, Jepang memiliki rencana untuk melaksanakan upgrade bagi armada F-2 mereka, termasuk upgrade pada bidang avionik pesawat. Salah satu komponen vital yang akan ditingkatkan kemampuannya adalah AESA Radar. Adapun peningkatan dari Radar yang memiliki kode J/APG-2 ini mencakup perangkat keras dengan teknologi gallium nitride (GaN) yang membuatnya mampu memancarkan gelombang dengan daya yang lebih besar dari luas area yang sama dengan teknologi pada Radar J/APG-1 sebelumnya, yaitu gallium arsenide (GaAs). Radar J/APG-2 pun  memiliki kemampuan pemrosesan sinyal digital (digital signal processing) yang lebih cepat berkat peningkatan algoritma.  Selain itu, yang paling penting adalah radar baru ini mampu mendukung sistem persenjataan terbaru milik Jepang seperti misil AIM-120 Amraams (Air-to-Air missile). Saat ini, Jepang masih terus mengembangkan teknologi airborne AESA Radar terbaru untuk disematkan pada pesawat masa depan mereka.

Indonesia melalui program kerja sama bilateral dengan Korea Selatan saat ini juga tengah berusaha untuk membangun pesawat tempur generasi 4,5 dengan kode KFX/IFX. Salah satu kendala pada program pengembangan pesawat tempur ini adalah dikuncinya empat teknologi penting oleh Amerika Serikat dimana salah satunya adalah AESA Radar. Korea Selatan sendiri hingga saat ini terus berusaha mengembangkan airborne AESA Radar buatan dalam negeri mereka melalui perusahaan lokal Hanwha dan Lig-Nex1. Namun, belum ada satu purwarupa pun yang mampu menyamai kemampuan airborne AESA Radar buatan Jepang. Saab, salah satu produsen alat pertahanan asal Swedia dan Selex, produsen Captor-E (airborne AESA Radar pada Eurofighter Typhoon) sempat menyatakan siap untuk membantu pengembangan airborne AESA Radar pada project KFX. Hal ini tentunya terlihat bagai angin segar bagi Indonesia (dan Korea Selatan), namun perlu diingat bahwa faktanya masih banyaknya teknologi yang digunakan oleh airborne AESA Radar tersebut adalah milik Amerika Serikat. Sehingga kemungkinan veto terhadap pengembangan airborne AESA Radar dimaksud dapat saja terjadi. Melihat hal tersebut, apakah sudah saatnya Indonesia melirik Jepang untuk kerja sama dalam pengembangan AESA Radar ?

Sumber:

https://www.microwavejournal.com/articles/print/17992-evolution-of-aesa-radar-technology/

https://www.ausairpower.net/APA-Zhuk-AE-Analysis.html

https://list.wiki/F-2_aircraft

https://en.wikipedia.org/wiki/Active_electronically_scanned_array

https://ja.wikipedia.org/wiki/J/APG-1

https://aviationweek.com/defense-space/aircraft-propulsion/japan-reveals-future-fighter-aesa-radar

https://www.mod.go.jp/j/approach/agenda/meeting/sentouki/houkoku/03.pdf#page2

https://www.mod.go.jp/j/approach/agenda/meeting/sentouki/sonota/3th/02.pdf

https://asia.nikkei.com/Politics/International-relations/US-taps-Japan-radar-tech-to-double-missile-defense-range

https://www.airspace-review.com/2019/02/06/saab-siap-bantu-indonesia-kembangkan-pembuatan-jet-tempur-dalam-negeri/

svg

What do you think?

Show comments / Leave a comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply