Misi Scramble JASDF tembus 943 kali pada 2014

Misi Scramble JASDF tembus 943 kali pada 2014

Ministry of Defense (MoD) Jepang pada bulan April 2015 secara resmi telah merilis data tentang jumlah operasi Scramble yang dilaksanakan oleh Japan Air Self Defense Force (JASDF) selama kurun tahun anggaran 2014. Yang mengejutkan, adalah jumlah operasi scramble pada tahun lalu menembus angka 900, yaitu tepatnya 943 kali, hanya terpaut satu angka dengan rekor tertinggi selama ini, yaitu pada tahun 1994 sebanyak 944 kali. Dari jumlah tersebut, ancaman yang ditimbulkan oleh pesawat asing berbendera RRC sebanyak 464 kali (49%), hampir menyamai Rusia sebanyak 474 kali (50%), sedangkan sisanya oleh Taiwan dan negara lain.

 

Menarik untuk dijadikan kajian, karena kecenderungan jumlah operasi scramble menunjukkan peningkatan, meskipun kawasan regional di sekitar Jepang cenderung “damai” bila dibandingkan masa-masa akhir perang dingin. Berdasar data yang dikeluarkan oleh MoD Jepang, bahwa operasi terbanyak terjadi pada daerah selatan, yang merupakan perbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga, yaitu Cina,Taiwan dan Semenanjung Korea. Seperti diketahui bersama, bahwa pihak RRC memang sedang meningkatkan aktifitasnya di area tersebut, berkaitan dengan reklamasi beberapa pulau terluar yang memang menjadi sengketa oleh beberapa negara.
Terhadap pihak Rusia, beberapa analis pertahanan Jepang berasumsi bahwa peningkatan pergerakan pesawat dari Rusia adalah sebagai bagian dari konflik di Ukraina, dimana Rusia merasa perlu mengintai kemungkinan pergerakan pasukan Amerika Serikat yang juga memiliki banyak markas/pangkalan militer di Jepang.

無題1

Alur pergerakan pesawat asing di sekitar Jepang ( Rusia = merah; Cina = kuning)

Beberapa media pemberitaan di Jepang sempat menulis, bahwa ada keberatan dari pihak Cina setiap kali JASDF meluncurkan pesawatnya untuk misi scramble karena mereka menilai hal itu adalah upaya provokasi dari pihak Jepang terhadap pesawat mereka yang sedang melaksanakan patroli rutin di wilayah territorial mereka sendiri. Sedangkan menurut pihak Jepang sendiri, mereka hanya menjalankan prosedur yang telah ditetapkan dalam menghadapi ancaman pelanggaran batas wilayah territorial oleh pesawat asing.

http://www.mod.go.jp/js/Press/press2015/press_pdf/p20150415_01.pdf

Koran ASAGUMO edisi 3156, terbit 23 April 2015

svg

What do you think?

Show comments / Leave a comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply