Dibalik Popularitas Payung Plastik Transparan yang Mendunia

Dibalik Popularitas Payung Plastik Transparan yang Mendunia

Bagi anda yang pernah ke Jepang, mungkin tidak asing lagi dengan payung plastik transparan atau dalam bahasa Jepangnya “binirugasa (pengucapan katakana dari vinyl/plastik + kasa/payung)”. Payung ini sangat populer di negara dengan jumlah payung terbanyak di dunia, walaupun hanya menempati peringkat 13 dalam urutan Negara dengan jumlah hari hujan terbanyak dalam setahun.

Seberapa populerkah payung ini di Jepang? Berdasarkan survey yang dilakukan oleh sebuah perusahaan informasi cuaca di Jepang pada tahun 2015, rata-rata penduduk Tokyo dalam setahun membeli satu payung. Adapun prefektur Nagano merupakan daerah yang paling sedikit yaitu sekitar 0.63 payung per orang per tahun. Hal yang mengejutkan lagi, ternyata rata-rata pembelian payung oleh penduduk laki-laki jumlahnya hampir dua kali lebih banyak yaitu 1,1 payung pertahun dibandingkan penduduk perempuan yang hanya 0,7 payung per tahun.

bukan pemandangan aneh jika seorang lelaki berpayung seorang diri di Jepang

Pembuatan payung berbahan plastik transparan pertama kali dilakukan oleh perusahan pembuat payung White Rose yang berada di Tokyo pada tahun 1955. Pada saat pelaksanaan Olimpiade Tokyo tahun 1964, payung ini mulai dilirik oleh konsumen yang merupakan pengunjung dari Amerika Serikat. Sejak saat itulah White Rose mulai memproduksi payung plastik transparan secara besar-besaran.

Saat ini, berbagai perusahaan pembuat payung berlomba-lomba membuat beraneka model payung plastik. Mulai dari yang berharga 100 yen yang dikenal dengan payung sekali pakai sampai dengan payung mewah seharga 8000 yen merek White Rose yang digunakan oleh Kaisar dan Permaisuri Jepang dalam berbagai kegiatan. Selain di Jepang, tokoh-tokoh dunia pun mulai menggemari payung jenis ini. Di Inggris, keluarga kerajaan Buckingham seperti Ratu Elisabeth dan Putri Catherine Middleton dalam beragai terlihat menggunakan payung papan atas merek Fulton seharga 5940 Yen.

Lalu, mengapa payung plastik transparan yang idenya muncul pertama kali di Jepang ini makin disukai di berbagai penjuru dunia? Berdasarkan survey, ternyata bukan hanya karena harganya yang murah saja, di kalangan anak muda yang lebih mengutamakan fashion, banyak yang menyukai payung plastik karena desain dan modelnya yang menarik. Payung plastik yang ada saat ini tidak hanya payung transparan dengan corak polos. Seperti di Mackintosh Philosophy, salah satu Dept Store ternama di Jepang, Anda bisa menemui payung plastik dengan motif garis-garis. Selain itu merek-merek ternama seperti Ralph Lauren dan Cath Kidston juga ikut menjual payung transparan dengan harga yang cukup terjangkau. Popularitas payung transparan ternyata tidak hanya di kalangan anak muda saja, payung ini juga cukup popular di kalangan orang tua, yang lebih mengutamakan rasa aman saat menggunakan payung. Model payung berbentuk seperti “sangkar burung” lebih banyak disukai, karena meskipun dalam kondisi hujan dan angin besar, namun masih dapat menutup wajah dari terpaan angin maupun hujan, sembari tetap dapat melihat sekelilingnya.

Bagaimana menurut anda?

Sumber :

http://www.iza.ne.jp/smp/topics/entertainments/entertainments-9583-m.html

svg

What do you think?

Show comments / Leave a comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply