Plasma Fusion, Cara Jepang Menggandakan BBM dengan Campuran Air

Plasma Fusion, Cara Jepang Menggandakan BBM dengan Campuran Air

Jepang termasuk negara yang konsumsi energinya terbesar di dunia, meski kemampuan untuk pemenuhan kebutuhan tersebut secara mandiri hanya mencapai 5%, yang berarti lebih dari 90% sumber energi, khususnya minyak, harus diimpor Jepang dari luar negeri. Meskipun perkembangan teknologi nuklir di Jepang sudah sangat maju, namun bencana tsunami tahun 2011 lampau yang juga menghantam reaktor nuklir di Fukushima kembali memunculkan trauma, bahwa perlu dicari solusi yang lebih tepat guna menjamin keamanan dan kelangsungan sumber energi tersebut. Juga, sumber energi terbarukan lain yang sedang digalakkan seperti tenaga surya maupun angin, masih menemui kendala utama, yaitu biaya pengolahan yang cukup membengkak, apalagi jika dibandingkan dengan output yang didapatkan. Dihadapkan pada permasalahan ini, salah satu perusahaan di Jepang telah memberikan solusi dengan penemuan teknologi penggandaan BBM yang dikenal dengan nama Plasma Fusion.

Minyak Emulsi: Cara Lama Menggandakan BBM dengan Air

Para ahli energi telah menghitung, kebutuhan energi di kawasan Asia saja, terjadi kenaikan sebesar 1.5 kali di tahun 2035 jika dibanding 2010. Hal ini tentunya akan memicu kenaikan permintaan sumber energi secara global, sehingga langkah-langkah tepat yang konkret perlu segera diaplikasikan guna memaksimalkan sumber daya yang semakin terbatas. Salah satu terobosan yang sudah dkembangkan sejak seabad lalu adalah minyak emulsi, yaitu menambahkan partikel air pada bahan bakar minyak (BBM) guna mengurangi konsumsi bahan bakar, sehingga biaya operasional bisa diturunkan.

Teknologi ini juga diketahui menurunkan nilai emisi karbondioksida, sehingga mendukung program konservasi alam yang hampir selalu menempatkan pembakaran oleh BBM sebagai penyebab utama kerusakan lingkungan. Nilai efisiensi BBM emulsi ini juga dilaporkan meningkat, sehingga performa mesin semakin mendekati nilai ideal.

Sayangnya, jenis bahan bakar ini bukanlah tanpa cela. Kadar air yang mampu dicampurkan hanya sebesar 20%, itupun harus disertai penambahan senyawa kimia pencampur/emulsifier. Penyimpanan dalam waktu lama akan mengakibatkan molekul air kembali terpisah dan mengendap di dasar tanki. Belum lagi dengan titik beku yang lebih tinggi, sehingga pada daerah yang mengalami musim dingin, ada kekhawatiran pembekuan serta terbatasnya mesin maupun peralatan yang mampu dan kuat bertahan lama dalam mengoperasikan BBM emulsi ini.

teknologi minyak emulsi dan plasma fusion.
(sumber : Eneco Holdings)

 

 

 

 

Plasma Fusion: Menggandakan BBM dengan Campuran Air 1:1

Namun, kemajuan teknologi molekuler telah memungkinkan perwujudan bahan bakar alternatif yang semakin efisien dan ideal. Senyawa kimia pencampur telah dapat dihilangkan sehingga kadar kemurnian BBM dapat ditingkatkan, sehingga layak disebut menjadi “eco-fuel”, yang dipersyaratkan dengan perbandingan air – minyak sebesar 1 : 1. Pada tingkat ini, molekul air dan minyak disebutkan menyatu (fusion), membentuk ikatan molekular nano yang lebih kuat sehingga pengendapan air pada kasus BBM emulsi hampir dapat dihilangkan. Teknologi ini juga telah diuji pada mesin mobil diesel, dengan kondisi lebih ekstrim yaitu kadar air ditingkatkan hingga mendekati angka 70% melalui penerapan metode plasma fusion. Hasilnya, tenaga yang dihasilkan oleh mesin diesel konvensional setara dengan konsumsi BBM normal, yang berarti aspek penghematan sumber daya maupun biaya untuk pengolahan telah terpenuhi.

Beberapa perusahaan di Jepang sedang menggeluti rekayasa teknologi ini untuk dikembangkan secara luas dan lebih murah. Sudah muncul penelitian yang menunjukkan bahwa sumber air yang digunakan dapat berasal langsung dari air rumahan, juga pemasaran mesin pengolah plasma fusion, sesuai tingkat kebutuhan konsumen untuk menghasilkan BBM jenis standar maupun high-grade. Kedepan, diharapkan tingkat efisiensi yang semakin tinggi dan biaya produksi yang semakin rendah dapat terealisasi serta lebih mudah diperoleh guna terwujudnya sumber energi yang ramah lingkungan.

 

Sumber :

https://www.eneco-hd.co.jp/about_us/fuel.html (diakses pada 8 Agustus 2017)

http://nanofuel.co.jp/nef.html (diakses pada 11 Agustus 2017)

svg

What do you think?

Show comments / Leave a comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply