Berbahasa Inggris di Jepang, Menyongsong 2020.

Berbahasa Inggris di Jepang, Menyongsong 2020.

Bendera Olimpiade telah diterimakan kepada Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, pada ajang penutupan gelaran kompetisi olahraga rutin empat tahunan ini di Rio de Janeiro, pertengahan Agustus 2016 lalu. Tak kurang, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, pun turut tampil bertransformasi menjadi tokoh Super Mario guna menunjukkan keseriusan dan kesiapan negaranya menyambut Olimpiade 2020 yang akan dipusatkan di Tokyo ini. Event ini memang direspon sangat serius oleh Jepang, terbukti dengan pembangunan di semua sektor, termasuk menyiapkan masyarakatnya sebagai tuan rumah, salah satunya dengan upaya meningkatkan kemampuan penguasaan terhadap bahasa Inggris.

kelas bahasa Inggris SD

Masyarakat Jepang memang dikenal “kurang” dalam penggunaan bahasa Inggris jika dibandingkan dengan negara maju non-native lainnya. Pada sebuah laporan resmi kepada PM Jepang di bulan Februari 2000 menyatakan, kekurangmampuan orang Jepang berbahasa Inggris sudah menjadi krisis nasional, yang saat itu menjadi masalah krusial di tengah persaingan tenaga kerja maupun profesional di pasar internasional. Berbagai langkah terobosan telah digulirkan, dalam hal ini, Japanese Ministry of Education, Science, Sports and Culture (MEXT; Monbusho=Kemendiknas Jepang,red) secara bertahap guna mengangkat level penguasaan bahasa Inggris yang salah satunya dengan menyasar pada tingkat pendidikan dasar. Dimulai dari tahun 2002 saat uji coba penerapan English Conversation Class di sekolah dasar, lalu berkembang menjadi Foreign Language Activity Class seminggu sekali di tahun 2008, hingga pada akhirnya, secara resmi kurikulum Primary School English (PSE) diterapkan pada 2011 yang menjadwalkan setidaknya 45 menit per minggu (35 minggu per tahun pendidikan) khusus pelajaran bahasa Inggris untuk kelas 5 dan 6.

Namun program ini tidaklah mudah diterapkan di lapangan. Berdasar data yang dipublikasikan harian The Japan Times medio pertengahan 2011, kebanyakan sekolah tidak siap, dengan kekhawatiran akan kesiapan tenaga pengajar menjadi alasan nomor satu. Hampir 60% guru mengaku tidak memiliki percaya diri yang cukup untuk membawakan materi bahasa Inggris dan tentu saja hal ini berimbas pula dengan bertambahnya waktu untuk persiapan mereka mengajar. Meski pihak orang tua murid menaruh harapan besar pada program ini, namun dengan keterbatasan tenaga pendidik, pengamat bidang pendidikan berasumsi bahwa pelajaran hanya akan berlangsung satu arah, ibarat mengajari seseorang berenang di atas lantai, hingga kapan pun sang murid tidak akan mampu berenang.

eigo-noto ( English note)

Tahun 2016 ini menandai lima tahun penerapan PSE di Jepang. Berdasar survey yang dilaporkan pada 2012 dengan responden siswa sekolah menengah pertama, 70% menjawab dengan yakin bahwa materi bahasa Inggris di sekolah dasar sangat menyenangkan dan mudah. Namun, 80% kemudian menyatakan bahwa mereka membenci pelajaran bahasa Inggris di level SMP karena siswa diharuskan untuk menguasai tata bahasa (grammar) dan mayoritas nilai mereka jatuh pada bagian ini. Oleh karenanya, MEXT kemudian melanjutkan program PSE ke tahap berikutnya dengan mengumumkan rencana reformasi kurikulum pada 2014, dalam rangka menyongsong Olimpiade 2020 Tokyo dengan menjadwalkan kelas bahasa Inggris berbasis aktifitas satu hingga dua kali seminggu untuk kelas 3 SD. Sebagai tambahan, pelajaran bahasa Inggris akan dimasukkan dalam kurikulum resmi tiga kali untuk kelas 5 dan 6 di tahun 2018.

Penerapan PSE mungkin masih dalam tahap “trial and error”, namun kiranya dapat mempermudah transisi pembelajaran bahasa Inggris dari tingkat sekolah dasar ke level menengah, serta membantu pemerintah Jepang untuk menguatkan diri dalam persaingan globalisasi.

Sumber :

Chin Leong, Primary school English reform in Japan: policies, progress and challenges (http://www.tandfonline.com/loi/rclp20 , diakses pada 30 Agustus 2016)

MEXT, Study of course guideline for foreign languages in senior schools (www.mext.go.jp/enu/shotou/new-cs/youryou/eiyaku/123\98353.htm)

MEXT, English education reform plan corresponding to globalization. (http://www.mext.go.jp/english/topics/__icsFiles/)

svg

What do you think?

Show comments / Leave a comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply